MENJADI KEKASIH ALLAH

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

ASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH

Segala puji bagi Allah, Dzat yang Maha Rahman dan Rahim, yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sholawat serta salam kita haturkan kepada Rosulullah Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam, keluarga, para shahabat dan orang-orang yang setia mengikuti sunnah beliau hingga akhir hayatnya.

Wa ba’du

Malaikat Jibril datang menjumpai Nabi Ibrahim as. Jibril menyampaikan bahwa Allah Swt. mengangkatnya menjadi wali-Nya (kekasih-Nya). Nabi Ibrahim as terkejut dan menanyakan lantaran sebab apa dia diangkat sebagai wali Allah Swt. Kemudian malaikat Jibril menjelaskan 2 hal yang menjadikan Allah mengangkat Ibrahim as menjadi wali-Nya.

Pertama, karena kamu wahai Ibrahim tidak meminta apapun selain dari Allah Swt. Engkau memohon pertolongan hanya kepada-Nya. Engkau tidak pernah mengajukan kebutuhanmu dihadapan makhluk-Nya.
Kedua, kamu tidak pernah mengusir pengemis (peminta) manapun dari pintumu. Kamu tidak pernah membiarkan orang yang memerlukan kebutuhan pergi dengan tangan kosong dari rumahmu.

Sebab pertama berkaitan dengan hubungan Nabi Ibrahim dan Allah Swt. Untuk menjadi kekasih-Nya Nabi Ibrahim berusaha menjadi hamba yang memiliki keimanan yang puncak. Beliau hanya meminta segala sesuatu kepada-Nya. Bukankah hanya Dia Yang Maha Kaya? Hanya Allah Yang Maha Pemberi, dan Dia Mengabulkan setiap doa hamba-Nya? Para kekasih Allah adalah mereka yang mem-fokuskan diri mengharap dan meminta hanya kepada Pemilik seluruh langit dan bumi beserta segala isinya. Mereka rebah, tunduk, dan menghinakan diri dihadapan Yang Maha Agung. Hanya dengan memohon kepada-Nya hidup manusia menjadi mulia.

Sebab kedua, Jika berhubungan dengan manusia maka jadikan dirimu paling dermawan. Berusahalah untuk menjadi ‘cermin’ kedermawanan Tuhan. Biarkan orang-orang yang terhimpit dan membutuhkan kita, memperoleh derma kita. Perhatikanlah mereka dan insya Allah, Dia akan memberikan kasih sayang-Nya kepada kita. Semoga Allah membersihkan dan mensucikan kita dari dosa-dosa, karena kita senantiasa memenuhi kebutuhan peminta yang datang kepada kita.

Dalam sebuah doa yang sangat indah diungkapkan: “Ya Allah, Engkau telah memerintahkan kami untuk tidak mengabaikan orang yang membutuhkan dari pintu kami. Sekarang kami adalah pengemis yang sangat butuh, yang datang mengetuk pintu kasih sayang-Mu. Kehormatan-Mu tentunya tidak akan menjadikan kami pulang dengan tangan hampa. Ya Allah, kebutuhan kami adalah tolonglah jangan biarkan dosa-dosa kami yang manapun yang tak terampuni, Kau ampuni dengan kasih sayang-Mu…”

Wallahu a’lam bishshawab.

Quoted from : Yasmin Learning Center

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: