PESAN NABI ADAM AS

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

ASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH

Segala puji bagi Allah, Dzat yang Maha Rahman dan Rahim, yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sholawat serta salam kita haturkan kepada Rosulullah Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam, keluarga, para shahabat dan orang-orang yang setia mengikuti sunnah beliau hingga akhir hayatnya.

Wa ba’du


Nabi Adam as adalah manusia pertama yang diciptakan Allah SWT. Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang sempurna, paling tinggi derajatnya dan paling mulia, bahkan para malaikatpun diperintahkan bersujud kepada Nabi Adam as sebagai penghormatan kepada Nabi Adam as. Namun lain halnya dengan iblis La’natullah yang sangat sombong, ia tak mau bersujud kepada Nabi adam as hingga akhirnya iblis dikutuk Allah SWT dan menjadi ahli neraka. Lalu iblis meminta penangguhan kepada Allah SWT hingga hari kiamat dan bersumpah akan menggoda dan menyesatkan anak cucu adam dari jalan kebenaran dengan tipu dayanya dan iblis akan terus menggoda manusia dari depan, belakang, kanan dan kiri. Bahkan Nabi Adam as pun terjerat tipu daya iblis sehingga Nabi Adam as dikeluarkan dari surga dan diturunkan kemuka bumi untuk menjadi khalifah.

Nabi Adam as berpesan kepada Syits puteranya lima perkara dan memerintahkan kepadanya untuk memberi wasiat dengan lima perkara itu kepada anak anaknya lagi sepeninggalnya.

Pertama, dia berkata kepada syits, “ Katakanlah kepada anak anakmu, janganlah kamu merasa tenang (tentram) dengan dunia, karena aku pernah merasa tenang (tentram) dengan surga yang abadi, akan tetapi kesudahannya justru Allah SWT mengeluarkan aku dari sana. “

Kedua, katakanlah kepada mereka, “ Janganlah kamu bertindak menurut kesenangan isteri isterimu, karena sesungguhnya aku pernah bertindak menurut kesenangan isteriku, akhirnya aku makan buah terlarang dan penyesalanpun datang menimpa diriku. “

Ketiga, katakanlah kepada mereka, “ setiap perbuatan yang hendak kamu lakukan pikirkanlah akibatnya, karena seandainya aku mempertimbangkan kesudahan segala sesuatu, tentulah aku tidak tertimpa seperti apa yang aku alami sekarang. “

Keempat, “ Apabila hatimu tergoncang dalam menghadapi sesuatu, maka jauhilah. Karena ketika aku makan buah terlarang hatiku tergoncang, tetapi aku tidak memperdulikannya, akhirnya penyesalan menimpa diriku. “

Kelima, “ bermusyawarahlah dalam memutuskan segala hal, karena sesungguhnya andaikata aku bermusyawarah terlebih dahulu dengan para malaikat tentu aku tidak akan mengalami nasib seperti sekarang ini. “

Semoga kita sebagai anak cucu adam dapat dengan hati-hati dalam menjalani hidup ini serta dengan teliti menelaah segala godaan, tipu daya iblis dan bala tentaranya yang dapat menyesatkan kita.
Semoga bermanfaat bagi kita semua.
Amiin.

Quoted from : Mukasyafatul Qulub Al Muqarribu ila ‘Allaamil Ghuyuub

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: