LILIN HARAPAN

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

ASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH

Segala puji bagi Allah, Dzat yang Maha Rahman dan Rahim, yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sholawat serta salam kita haturkan kepada Rosulullah Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam, keluarga, para shahabat dan orang-orang yang setia mengikuti sunnah beliau hingga akhir hayatnya.

Wa ba’du

Ditengah tengah kompleksnya kehidupan zaman modern dengan kemajuan teknologi yang semakin canggih, PERDAMAIAN dan KEIMANAN serta CINTA dan KASIH SAYANG sepertinya sudah mulai memudar dari peradaban manusia. Pembunuhan, peperangan, penindasan, perampasan hak, kezhaliman pemerintah bahkan perceraianpun banyak sekali dapat kita saksikan sekarang ini. Sungguh sangat ironi, dimana seharusnya manusia yang diciptakan Allah SWT untuk menjadi khalifah dimuka bumi ini dapat menjaga keseimbangan itu semua. Namun, manusia sangatlah rakus, tidak pernah merasa cukup dan tidak pernah mensyukuri atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT kepadanya. Manusia tidak menyadari asal usul dan tempat kembali mereka. Dunia yang fana ini telah mereka sembah sebagai Tuhan seakan mereka akan hidup selamanya didunia ini, mereka telah lupa kepada sang pencipta, Tuhan seluruh alam Allah SWT.

Berikut sepenggal kisah yang dengan membacanya semoga dapat membuka sedikit pintu hati kita supaya cahaya hidayah dapat masuk kedalam hati dan kehidupan kita sehari-hari.
Amin.

Ada 4 lilin yang menyala, sedilit demi sedikit habis meleleh.
Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan antara mereka.

Yang pertama berkata :

AKU ADALAH DAMAI

Namun manusia tak mampu menjagaku, maka lebih baik aku mematikan diriku saja. ”

Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.

Yang kedua berkata
:

AKU ADALAH IMAN

Sayang aku tak berguna lagi.
Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala. ”

Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

Dengan sedih giliran lilin ketiga bicara :

AKU ADALAH CINTA

Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala.
Manusia tak lagi memandang dan menganggapku berguna.
Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya. ”

Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah lilin ketiga.

Tanpa terduga …

Seorang anak saat itu masuk kedalam kamar, dan melihat ketiga lilin telah padam.
Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata :

” Ekh apa yang terjadi ?! Kalian harus tetap menyala, aku takut akan kegelapan. ”
Lalu ia menangis tersedu sedu.

Lalu dengan terharu lilin keempat berkata :

” Jangan takut, janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga lilin lainnya :

AKULAH HARAPAN

Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya.

Apa yang tidak pernah mati hanyalah HARAPAN yang ada dalam hati kita.

… Dan masing masing kita semoga bisa menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu manghidupkan kembali IMAN, DAMAI, CINTA dengan HARAPAN-nya !!!

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: